Pages

MARHABAN

Jumat, Januari 22, 2010

Ratusan Ribu Guru Terganjal Sertifikasi

SEMARANG - Ratusan ribu pendidik dan tenaga kependidikan diperkirakan bakal terganjal sertifikasi. Sebab, berdasar data Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tahun 2009,

masih ada 386.640 atau 11% tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia belum mendapat nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).

"Jika itu dipaksakan, ratusan ribu guru akan terganjal hanya gara-gara belum mendapat NUPTK," kata Direktur Centre for Education Studies (CES) Jawa Tengah, Hery Nugroho, menanggapi persyaratan sertifikasi guru tahun ini yang diperketat.

Dia menyatakan tak arif memberlakukan persyaratan itu tahun ini. Apalagi guru belum mendapat NUPTK karena kelambanan penanganan Depdiknas. Revisi tahun 2009 oleh dinas pendidikan kota/kabupaten pun sampai sekarang belum keluar.

"Lebih baik benahi dahulu sistem pembuatan NUPTK di pusat.
Jika NUPTK beres, barulah syarat itu dapat diterapkan," tutur dia.
Dia juga menilai sertifikasi sebelumnya belum memberikan peluang pada guru berprestasi. Seharusnya mulai sekarang guru berprestasi diprioritaskan. "Itu sekaligus menjawab keluhan masyarakat bahwa kualitas guru bersertifikasi biasa-biasa saja," kata dia.

Dia mengemukakan Dinas Pendidikan dan Departemen Agama sering mengartikan seleksi peserta sertifikasi melalui jalur prestasi secara sempit.

Guru berprestasi diartikan juara lomba guru berprestasi. Itu seharusnya direvisi. "Guru juara lomba sejauh masih berhubungan dengan pendidikan semestinya masuk kriteria berprestasi dan dapat mengikuti uji sertifikasi," katanya.

Mengingat pelaksanaan sertifikasi guru bulan April, ujar dia, seharusnya dinas pendidikan dan Departemen Agama sudah mengumumkan peserta paling lambat awal Maret. Sebab, sampai sekarang banyak guru bertanya-tanya kapan dapat mengikuti sertifikasi.

Jika sudah diumumkan secara terbuka, guru yang mengikuti sertifikasi bisa segera menyiapkan diri. "Dengan waktu lebih panjang otomatis persiapan pun lebih matang."

0 komentar: