Pages

MARHABAN

Selasa, Mei 03, 2011

Laporan Hasil USBN 2011

            USBN PAI SMP 2011 di Kabupaten Bekasi telah dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2011, dan hasil ujian tersebut harus dilaporkan sampai ke pusat, oleh karena itu kami memberitahukan kepada seluruh GPAI SMP di Kab. Bekasi,  bahwasanya hasil USBN PAI 2011 harus dilaporkan ke kemenag kab.Bekasi terlebih dahulu. Kami juga menyertakan  laporan USBN PAI SD dan SMA/SMK.adapun format laporan hasil USBN PAI dapat di download pada link berikut :


KETERANGAN :
a.      Mengisi form-form sebagai berikut :
1) Sekolah Dasar (Form A), terdiri dari :
- Form A1    : berisi tentang Nilai Ujian Tulis seluruh peserta USBN PAI. Pengisiannya sampai dua desimal atau dua angka di belakang koma, contoh : 7,75.
- Form A2    : berisi tentang Nilai Ujian Praktik dan Akhlak Mulia. Nilai Ujian Praktik dituliskan dua angka di belakang koma, contoh : 8,15. Sedangkan nilai Akhlak Mulia dituliskan dengan nilai pembulatan, contoh: 8.
- Form A3    : tentang Rekapitulasi nilai, terdiri dari rentang nilai dan rekap kategori nilai yang terdiri dari nilai tertinggi, nilai terendah dan nilai rata-rata.
2) Sekolah Menengah Pertama (Form B), terdiri dari :
- Form B1    : berisi tentang Nilai Ujian Tulis seluruh peserta USBN PAI. Pengisiannya sampai dua desimal atau dua angka di belakang koma, contoh : 7,80.
- Form B2    : berisi tentang Nilai Ujian Praktik dan Akhlak Mulia. Nilai Ujian Praktik dituliskan dua angka di belakang koma, contoh : 8,15. Sedangkan nilai Akhlak Mulia dituliskan dengan nilai pembulatan, contoh: 8.
- Form B3    : tentang Rekapitulasi nilai, terdiri dari rentang nilai dan rekap kategori nilai yang terdiri dari nilai tertinggi, nilai terendah dan nilai rata-rata.
3) Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (Form C), terdiri dari:
- Form C1    : berisi tentang Nilai Ujian Tulis seluruh peserta USBN PAI. Pengisiannya sampai dua desimal atau dua angka di belakang koma, contoh : 7,75.
- Form C2    : berisi tentang Nilai Ujian Praktik dan Akhlak Mulia. Nilai Ujian Praktik dituliskan dua angka di belakang koma, contoh : 8,15. Sedangkan nilai Akhlak Mulia dituliskan dengan nilai pembulatan, contoh: 8.
- Form C3    : tentang Rekapitulasi nilai, terdiri dari rentang nilai dan rekap kategori nilai yang terdiri dari nilai tertinggi, nilai terendah dan nilai rata-rata.


Jika ada yang belum dipahami, silahkan menghubungi pengurus MGMP atau Kemenag.

Senin, Mei 02, 2011

Pelatihan ICT bagi GPAI di Kabupaten Bekasi

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
MGMP PAI SMP Kabupaten Bekasi mengundang Bapak/ Ibu GPAI di Kabupaten Bekasi yang berminat mempelajari Teknik-teknik pembuatan Media Pembelajaran PAI  dengan menggunakan Powerpoint. Insya Allah kegiatan tersebut akan dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Dan  untuk pertemuan pertama insya Allah akan dilaksanakan pada :
Hari           : Rabu
Tanggal      : 4 Mei 2011
Tempat      : SMPN 2 Cikarang Utara Jl. Lemah Abang Cibarusah No.20  Simpangan Kec. Cikarang Utara
Waktu       : 08.00 s/d 15.00 WIB
Adapun pertemuan ke 2 dan selanjutnya, nanti akan dibicarakan di forum.
Kepada yang berminat silahkan konfirmasi dengan pengurus MGMP PAI SMP
Asep Saefullah  : 08561169780
Saut                  : 08561078442 / 081316663436
Tuti Alawiyah    : 08151645627.

Demikianlah informasi ini kami sampaikan.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Catatan :
Peserta harus membawa laptop

Jumat, April 29, 2011

RAMAI-RAMAI TAK PERCAYAI SURVEI LAKIP

Jakarta - Survei yang menyebut 48,9 persen pelajar Jabodetabek setuju aksi radikal atas nama agama memang mengejutkan. Banyak kalangan yang tidak mempercayai kevalidan survei tersebut.
Sejumlah kalangan pun mempertanyakan survei yang digelar Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) itu. Menteri Agama Suryadharma Ali mempertanyakan metode survei LaKIP. "Bagaimana penelitiannya, bagaimana metodologi penelitiannya?" kata Suryadharma.
SDA, panggilan akrab Suryadharma, juga mempertanyakan data sekolah yang diteliti. Bila mengetahui data sekolah itu, Kementerian Agama akan lebih mudah meneliti materi pelajaran agama dan guru agama di sekolah-sekolah itu